Tequila Wolf Dan Perbudakan Dalam Dunia One Piece

Mega proyek Tequila Wolf adalah sebuah proyek pembangunan jembatan raksasa yang akan menjadi jalur penghubung antar pulau di wilayah East Blue. Dan mega proyek ini sendiri sudah berjalan selama 700 tahun dan belum ada kata “Selesai” sampai dengan hari ini.

Proyek jembatan raksasa yang dibangun diwilayah East Blue ini dikerjakan oleh para budak yang notabene adalah seorang penjahat yang dikirim dari berbagai negara atau mereka yang menolak untuk bergabung dengan Pemerintah Dunia atau World Government.

Apabila kita berbicara soal mega proyek Tequila Wolf maka itu artinya kita juga berbicara soal sejarah kelamnya perbudakan dalam cerita One Piece. Keberadaan Balai Pelelangan Manusia atau toko penjualan manusia di arc Sabaody Archipelago adalah salah satu bukti nyata betapa kelamnya sejarah perbudakan dalam cerita One Piece.

Kalian juga bisa menikmati pembahasan yang lumayan panjang ini dalam bentuk video di channel youtube 22portgas dengan judul “Tujuan Dibangunya Mega Proyek Jembatan Tequila Wolf Dan Sejarah Perbudakan Dalam Cerita One Piece“. Tinggal klik link tersebut, Dan semoga kalian bisa menikmati pembahasan dalam bentuk video tersebut.

Tequila Wolf Dan Perbudakan Dalam Dunia One Piece
Suasana Pemukiman Para Budak Di Atas Jembatan Tequila Wolf

Tidak hanya ras manusia saja yang berpotensi untuk dijadikan budak tetapi semua ras yang ada dalam cerita One Piece bisa dijadikan budak serta diperjual belikan di toko pelelangan tersebut. Kurcaci, Raksasa, Mink, dan Duyung bisa dengan mudah ditemui di tempat ini.

Yang terpenting bagi para calon pembeli adalah semakin langka serta tingginya tingkat kesulitan untuk menangkap si calon budak maka akan semakin mahal pula harga jual dari calon budak tersebut ketika akan dilepas kepasaran. Otomatis semakin tinggi pula prestise atau gengsi dari si budak tersebut untuk dipamerkan ke teman – teman sejawat.

Bahkan salah satu dari kaum Naga Langit bernama St Carlos sampai rela merogoh kocek hingga 500 juta berry hanya untuk membeli seekor duyung bernama Camie hanya untuk alasan yang sangat tidak masuk akal. Alasan tersebut adalah untuk diadu dalam balapan renang dengan ikan piranha.

Sekaligus ingin membuktikan rumor yang mengatakan bahwa ikan duyung adalah species tercepat dalam hal berenang. Kejadian ini hanyalah contoh kecil dari kelamnya sejarah perbudakan dalam cerita One Piece. Tetapi cukup untuk menggambarkan betapa mengerikanya sejarah kelam tersebut. Follow akun instagram 22portgas untuk mendapatkan informasi – informasi terkini lainya.

Lanjut, Kejadian di arc Saboudy Archipelago tadi belum ada apa – apanya. Karena sebenarnya selain memiliki sejarah yang kelam, Perbudakan dalam cerita One Piece juga memiliki sejarah yang sangat panjang. Sebagai bukti, Hal serupa pernah terjadi di sebuah negri yang kelak kita kenal dengan nama Dresrossa.

Perbudakan Dan Jembatan Tequila Wolf
Nenek Moyang Donquixote Yang Memperbudak Para Kurcaci Untuk Kepentingan – Kepentingan Pribadi

Kejadian ini terjadi jauh sebelum Gol D Rojer di eksekusi di kota LogueTown. Tepatnya ketika 900 tahun yang lalu atau pada saat Void century dimulai, Ketika itu Kerajaan Dressrosa yang dipimpin oleh keluarga Donquixote atau nenek moyang dari Doflamingo dan Corazon yang saat itu masih berstatus sebagai Raja di Dressrosa memperbudak para suku kurcaci dengan sangat kejam.

Entah untuk kepentingan seperti apa, Yang pasti kekejaman dari keluarga Donquixote yang terjadi 900 tahun yang lalu sampai membekas hingga ke generasi saat ini (Leo, Bomba, Kabu, Dkk). Dan para kurcaci ini baru bisa terbebas dari perbudakan ketika perang besar yang terjadi pada saat Void Century berakhir atau 800 tahun yang lalu.

Karena pada saat itu keluarga Donquixote memutuskan untuk meninggalkan tahta mereka di Dressrosa lalu pindah serta menetap di Tanah Suci Mariejoa. Yap, Keluarga Donquixote lebih memilih untuk menjadi dewa yang tinggal diatap dunia bersama dengan 19 negara lainya. Dan dimasa depan tempat ini menjadi pusat Pemerintahan Dunia.

Otomatis saat itu Kerajaan Dressrosa mengalami kekosongan kekuasaan pasca ditinggal keluarga Donquixote ke Mariejoa. Untuk mengatasi masalah ini keluarga Donquixote memberikan tahta mereka kepada nenek moyang Raja Riku sebagai Raja berikutnya di Kerajaan Dressrosa.

Nenek moyang dari Raja Riku yang pada saat itu mengambil alih kekuasaan di kerajaan Dressrosa memutuskan untuk membebaskan semua kurcaci dari perbudakan yang selama ini membelenggu mereka. Jangan lupa untuk Like fanspage facebook 22portgas agar mendapatkan info – info terbaru lainya.

Tequila Wolf
Pembangunan Jembatan Tequila Wolf Yang Tidak Pernah Selesai Walaupun Sudah Memakan Waktu Selama 700 Tahun

Oke kita lanjut, Dari fakta – fakta yang saya jabarkan barusan ternyata ada pula yg memanfaatkan budak untuk tujuan yang tidak jelas seperti mengerjakan mega proyek jembatan Tequila Wolf. Kalian pasti sudah mengetahui bahwa proyek ini sudah berlangsung selama 700 tahun.

Jelas itu merupakan sebuah rentang waktu yang sangat panjang. Dan salah satu petugas disana mengatakan tujuan dibangunya jembatan ini adalah sebagai penghubung antar pulau di wilayah East Blue. Tetapi apakah benar hal itu adalah tujuan dibangunya jembatan Tequila Wolf ?.

Karena kalian pasti sudah mengetahui bahwa kapal laut bukanlah suatu hal yang asing pada masa dimulainya mega proyek ini. Karena salah satu dari tiga senjata kuno yang pernah ada pada Abad Kekosongan atau Void Century berwujud kapal perang bernama Pluton. Jadi sebenarnya Kapal laut sudah tercipta jauh sebelum dimulainya mega proyek Tequila Wolf.

Dari sini sudah jelas bahwa pembangunan jembatan Tequila Wolf bukan hanya untuk penghubung antar pulau di wilayah East Blue. Tujuanya tidaklah sesederhana itu, Pasti ada tujuan atau alasan yang lain. Kalian juga bisa memiliki beberapa kaos One Piece dari 22portgas hanya di Tokopedia.

Lanjut, Untuk apa membangun sebuah jembatan apabila pada masa itu sudah tercipta alat trasportasi yang mampu melewati ganasnya ombak dilautan bernama kapal laut ?. Perlu diingat pada komik One Piece dichapter 593 salah seorang dari Anggota Pasukan Revolusi pernah mengatakan kepada Nico Robin  bahwa “Proyek ini adalah perintah dari kaum naga langit, Ada atau tanpa adanya tujuan bukanlah sebuah masalah”.

Yap, Lagi – lagi sebuah fakta mengerikan tentang jembatan Tequila Wolf terungkap. Kalian pasti sudah mengetahui bahwa di dalam dunia One Piece terdapat hukum yang tidak bisa diubah, Yaitu mematuhi semua perintah kaum Naga Langit. Dan perintah tetaplah perintah, Dari sini kita bisa melihat sebuah gambaran tentang perilaku para kaum Naga Langit ketika sedang berhadapan dengan orang – orang biasa.

Naga Langit
Para Kaum Naga Langit Yang Ingin Menghukum Orang – Orang Yang Menentang Mereka

Apabila dianalisa lebih lanjut 700 tahun yang lalu berarti sesaat setelah berakhirnya “Era 100 tahun yang hilang” atau “Void Century”. Serta 100 tahun setelah lahirnya sebuah tatanan pemerintahan baru yang mengatur seluruh dunia One Piece yang kelak bernama Sistem Pemerintahan Dunia.

Kita pasti sudah mengetahui bahwa pihak Pemerintah Dunia adalah pihak yang memenangkan perang tersebut. Dan pihak pemenang perang bebas melakukan apapun termasuk melakukan praktek perbudakan. Lalu bagaimana dengan nasib para pihak yang kalah ?. Apakah mereka semua dibantai habis hingga tidak tersisa sedikitpun? Kemungkinan besar tidak.

Dan pihak yang menang merasa ingin lebih mendominasi dengan menghukum pihak yang kalah. Dari sini saya berteori bahwa tujuan awal dibangunya mega proyek jembatan Tequila Wolf ini adalah untuk menghukum atau bisa dibilang ajang penebusan dosa bagi pihak yang kalah, Sebagaimana lazimnya pihak yang kalah dalam perang.

Singkatnya mega proyek jembatan Tequila Wolf ini adalah sebagai bentuk hukuman bagi pihak yang kalah dalam perang. Tetapi seiring berjalanya waktu para budak – budak yang dianggap sebagai pihak yang kalah tadi mati satu per satu ditengah mega proyek jembatan yang tak kunjung selesai serta cuaca dingin yang menusuk tulang.

Lalu budak yang mati akan segera digantikan dengan budak yang baru untuk mengerjakan proyek tersebut dan begitu seterusnya. Seiring berjalanya waktu tujuan dari mega proyek ini dilupakan atau bahkan hilang dan berganti dengan kerja paksa tanpa henti ditengah cuaca dingin yang mengigit. Semoga artikel ini bermanfaat dan terima kasih….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!