[Terungkap] Inilah Yang Sebenarnya Terjadi Di Tanah Suci Mariejoa

Sebagai penggemar One Piece, Kalian pasti sudah mengetahui bahwa terdapat kekacauan besar saat berlangsungnya acara pertemuan Reverie yang berlangsung di Tanah Suci Mariejoa. Dan ketika kekacuan itu terjadi, Sabo dan para petinggi Pasukan Revolusi lainnya juga sedang berada di tempat yang sama.

Memang sampai dengan saat ini kita masih belum mengetahui secara pasti tentang apa yang sebenarnya terjadi pada acara tersebut. jadi disini 22portgas akan membeberkan fakta – fakta yang sudah diceritakan di komik One Piece. Dan disini sepertinya 22portgas akan lebih banyak membahas tentang komik One Piece di chapter 956.

Pertemuan Monkey D Garp Dengan Keluarga Kerajaan Ryugu

Pada chapter 956 kemarin kita memang melihat banyak sekali kejutan – kejutan yang terjadi pada cerita One Piece, Terutama tentang peristiwa – peristiwa yang masih berkaitan dengan acara Reverie yang berlangsung di Tanah Suci Mariejoa. Pada chapter tersebut kita juga melihat Monkey D Garp yang berbicara dengan putri Shirahoshi dan raja Neptune.

Kalian Juga Bisa Menikmati Pembahasan Ini Dalam Bentuk Video, Tinggal Klik Tombol Play. Selamat Menikmati

Dari pembicaraan bisa disimpulkan bahwa adanya sebuah insiden besar yang terjadi di Mariejoa. Insiden itu terjadi sesaat setelah rombongan kerajaan Ryugu akan pulang menuju pulau Gyojin bersama dengan Monkey D Garp yang bertugas untuk mengawal rombongan kerajaan Ryugu. Dan dia baru menerima laporan tersebut ketika berada diatas kapal.

Kerajaan Alabasta Dan Morgan Si Berita Besar

Kalian juga pasti sudah mengetahui bahwa kerajaan Alabasta memiliki hubungan dengan insiden besar tersebut. Masih di chapter yang sama, Kita melihat salah satu dari kaisar dunia bawah, Morgan Si Berita besar, menyebut bahwa ada kematian, atau lebih tepatnya ada percobaan pembunuhan pada seseorang.

Dan disaat yang sama, Pemerintah Dunia berusaha menutupi berita yang akan diterbitkan oleh Morgan dengan cara memberikannya sejumlah uang yang cukup besar. Tetapi uang tersebut ditolak oleh Morgan Si Berita Besar karena dia tidak mau menutupi berita besar yang akan membuatnya mendapatkan lebih banyak keuntungan.

Singkat cerita, Pihak Pemerintah Dunia gagal menutupi sebuah insiden besar yang membuat hilangnya kepercayaan publik pada pihak Pemerintah Dunia. Dari sini sudah sangat jelas bahwa insiden ini bukanlah insiden biasa. Dari fakta – fakta barusan, 22portgas menyimpulkan bahwa insiden yang terjadi di Mariejoa adalah adanya percobaan pembunuhan.

Putri Shirahoshi pulang dari tanah suci mariejoa
Putri Shirahoshi Dan Raja Neptune Yang Sudah Kembali Dengan Selamat Ke Pulau Manusia Ikan Dengan Kawalan Monkey D Garp

Dan percobaan pembunuhan ini yang menyebabkan kematian. Tentu saja peristiwa besar ini melibatkan keluarga kerajaan Alabasta yang hadir pada acara Reverie, Nefertari Cobra dan Nefertari Vivi. Jangan lupa follow Akun Instagram 22portgas untuk mendapatkan informasi – informasi menarik lainnya dari 22portgas.

Pergerakan Pihak Pemerintah Dunia, Gorosei, Dan Im Sama Di Tanah Suci Mariejoa

Lanjut ke fakta berikutnya yang ada pada komik One Piece di chapter 908 kita melihat pemimpin tertinggi dunia One Piece, Gorosei yang memberikan penghormatan pada Im sama yang duduk diatas tahta yang kosong. Sesaat sebelum duduk diatas tahta yang kosong tersebut, kita juga melihat Im sama merusak beberapa foto.

Foto – foto yang dirusak diantaranya adalah Monkey D Luffy, Putri Shirahoshi, dan Marshall D Teach. Selain foto mereka bertiga, Ada foto Nefertari Vivi yang tetap utuh dan tidak dirusak oleh Im Sama. Para Gorosei pun menyinggung masalah cahaya sejarah yang harus dipadamkan. Dan meminta Im Sama untuk menyebutkan Namanya.

Dari sini kita melihat adanya kecocokan antara insiden pembunuhan yang melibatkan keluarga kerajaan Alabasta di Tanah Suci Mariejoa dengan foto Nefertari Vivi yang dipegang Im sama. Dari fakta tersebut 22portgas berpendapat bahwa adanya percobaan pembunuhan yang mengincar ayah dari Nefertari Vivi, Yaitu Nefertari Cobra oleh Pemerintah Dunia.

Alasannya jelas, Karena saat itu Cobra mengajukan beberapa pertanyaan tentang tulisan – tulisan kuno yang terpahat pada batu Poneglyph. Tidak hanya itu, Nefertari Cobra juga menanyakan tentang keberadaan senjata Kuno Pluton yang ada di negri Alabasta dan sejarah yang disembunyikan Pemerintah Dunia, Void Century atau Abad Kekosongan.

Batu Poneglyph dan Void Century
Batu Poneglyph Yang Berisikan Tentang Sejarah Sebenarnya Di Dunia One Piece

Sebagai penggemar One Piece kalian pasti sudah mengetahui bahwa isu yang ditanyakan oleh nefertari Cobra adalah isu yang cukup sensitive untuk pihak Pemerintah Dunia. Bahkan hanya mempelajari tulisan – tulisan kuno saja sudah dianggap sebagai penjahat yang berbahaya. Insiden di pulau Ohara adalah buktinya.

Apakah kalian bisa membayangkan betapa sensitifnya isu tentang poneglyph dan Void Century bagi pemerintah Dunia ? Lalu bagaimana dengan pergerakan Pasukan Revolusi yang juga ikut mengacaukan pertemuan Reverie di Tanah Suci Mariejoa, dan ingin mendeklarasikan perang kepada Pihak Pemerintah Dunia ? Tenang 22portgas juga akan membahasnya pada artikel ini.

Sabo Yang Terlanjur Emosi Di Tanah Suci Mariejoa

Pada komik One piece di chapter 925 Kita melihat Marshall D Teach yang menganggap bahwa perang tahta sudah dimulai. Dan saat itu dia juga menyebutkan bahwa ada pertempuran besar yang melibatkan para petinggi Pasukan Revolusi dengan Admiral Fujitora dan Ryokogyu. Kalian pasti sudah mengetahui penyebab terjadi pertarungan tersebut.

Sabo terlanjur emosi ketika melihat mantan rekannya, Barthomoeo Kuma di jadikan budak dan diperlakukan dengan semena – mena oleh para kaum Naga Langit. Dari semua fakta yang sudah 22portgas kumpulkan tersebut, Semuanya menjadi terlihat lebih jelas, Tentang apa yang sebenarnya terjadi di tanah suci mariejoa.

Dan menurut 22portgas begini, Setelah Pihak Pemerintah Dunia melakukan percobaan pembunuhan pada Nefertari Cobra. Pihak Pemerintah Dunia langsung menuduh para petinggi pasukan Revolusi lah yang melakukannya. Tidak hanya itu, Ada kemungkinan Pemerintah Dunia juga mencoba melakukan pembunuhan pada Nefertari Vivi.

Tetapi percobaan pembunuhan tersebut gagal karena Vivi berhasil diselamatkan oleh Sabo. Dan hal ini membuat Sabo tertangkap lalu dikirim ke penjara bawah Air Impel Down, atas tuduhan melakukan pemberontakan dan pembunuhan Raja Alabasta, Nefertari Cobra. Jangan lupa like fanspage facebook 22portgas untuk mendapatkan info – info menarik lainnya.

Ekspresi Masyarakat Ketika Melihat Berita Morgan

Selain tentang peristiwa besar yang terjadi di Tanah Suci Mariejoa, di komik One Piece chapter 956 kita juga melihat ekspresi masyarakat dunia One Piece ketika membaca surat kabar. Ada yang bersedih, Ada yang senang, Ada yang kaget, dan Ada juga yang bingung dengan kebijakan yang diambil oleh pihak Pemerintah Dunia.

Dan yang menarik adalah ekspresi orang – orang yang mengenal Sabo. Seperti para bandit gunung yang terlihat sangat sedih ketika melihat berita tentang Sabo. Lalu Makino, Pemilik bar dari kampung halaman Luffy dan Portgas D Ace yang juga terlihat sangat sedih. Saking sedihnya Makino sampai menutup Bar miliknya di hari itu.

Pasukan Revolusi di tanah Suci Mariejoa
Ekspresi Para Petinggi Pasukan Revolusi Yang Terkejut Setelah Melihat Berita Yang Di Terbitkan Oleh Morgan Si Berita Besar

Lalu kakak angkat Sabo yang bernama Stelly, Dari raut wajahnya jelas terlihat bahwa Stelly sangat kaget atau terkejut. Dari reaksi – reaksi barusan, 22portgas menyimpulkan bahwa sesuatu yang buruk sudah menimpa Sabo. Dan yang teralhir sekaligus paling menarik menurut 22portgas adalah reaksi dari para petinggi Pasukan Revolusi lainnya di Kamabakka.

Semua terlihat sangat kaget sambil menyebut nama Sabo, Semakin jelas bahwa tidak hanya hal buruk yang menimpa Sabo. Tetapi sesuatu yang sangat amat buruk, Sesuatu yang diluar prediksi para petinggi pasukan Revolusi lainnya. Lalu apa hal buruk apa yang sebenarnya menimpa Sabo di Tanah Suci Mariejoa ?

Para Petinggi Pasukan Revolusi Yang Dikriminalisasi

Seperti yang sudah 22portgas bahas diawal, Tetapi kali ini 22portgas akan menjelaskannya dengan lebih detail. Jadi Sabo berusaha untuk menyelamatkan Nefertari Vivi yang ingin dibunuh oleh pihak Pemerintah Dunia. Nefertari Vivi berhasil lolos, Karena saat itu masih ada Karasu, Morley, dan petinggi pasukan Revolusi Lainnya yang sigap untuk melindungi putri kerajaan Alabasta ini.

Pasukan Revolusi One Piece
Pergerakan Petinggi Pasukan Revolusi Di Tanah Suci Mariejoa Untuk Menyatakan Perang Pada Pemerintah Dunia Justru Menjadi Bumerang Bagi Pihak Mereka

Tetapi Sabo gagal meloloskan diri, Dan akhirnya Sabo tertangkap lalu dikirim ke penjara bawah air Impel Down. Tuduhannya sudah sangat jelas, Yaitu melakukan pemberontakan dan percobaan pembunuhan yang menargetkan Nefertari Cobra dan Nefertari Vivi yang merupakan keluarga kerajaan Alabasta.

Hal itu tertulis secara jelas di surat kabar WE News milik Morgan Si Berita Besar. Jadi sangat diwajarkan apabila reaksi orang – orang yang mengenal Sabo terlihat sangat terpukul dan kaget ketika membaca surat kabar tersebut. itulah kesimpulan tambahan dari 22portgas tentang sepak terjang Sabo di Tanah Suci Mariejoa.

Singkatnya, Peristiwa yang terjadi di Tanah Suci Mariejoa adalah percobaan pembunuhan yang menargetkan keluarga kerajaan Alabasta, Nefertari Cobra dan Nefertari Vivi. Semua itu dilakukan oleh pihak Pemerintah Dunia atas perintah Im sama. Lalu pihak Pemerintah Dunia menuduh para Pasukan Revolusi terutama sabo yang melakukan pembunuhan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!