Persiapan Perang Tahta Dalam Dunia One Piece

Sebelum membahas tentang Perang Tahta izinkan saya untuk membahas beberapa hal terlebih dahulu, Kalian para penggemar One Piece pasti sudah tidak asieng dengan 3 kekuatan besar keseimbangan dunia. Dan 3 kekuatan besar tersebut adalah Yonkou, Shichibukai, dan Angkatan Laut. Hegemoni mereka di dalam dunia One Piece seolah berada diatas angin dan tidak terbantahkan. Tetapi seiring berjalanya cerita, Muncul sebuah kekuatan baru yang sepertinya sedikit demi sedikit merusak 3 kekuatan besar keseimbangan dunia tadi. Yap, Mereka adalah para 11 Supernova, Yang menurut sudut pandang Pemerintah Dunia (World Government) mereka adalah para generasi terburuk (Worst Generetion) yang pernah dilahirkan tetapi dari sudut pandang Bajak laut mereka adalah para bajak laut pendatang baru terbaik yang berhasil memiliki nilai bounty diatas 100 juta berry.

Persiapan Perang Tahta Dalam Dunia One Piece

Jatuhnya Donquixote Doflamingo sebagai raja di kerajaan Dressrosa yang juga mempengaruhi kekuatan tempur dari salah satu Yonkou Kaido serta hancurnya acara pesta teh dan istana Whole Cake milik Bigmom adalah bukti yang tidak terbantahkan, Bahwa saat ini 11 Supernova juga merupakan sebuah kekuatan yang patut untuk perhitungkan dan sudah tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Biarpun tidak semua anggota 11 Supernova bernasip baik ketika memasuki wilayah Dunia Baru (New World). Tetap saja, Saat ini para 11 Supernova merupakan sebuah kekuatan baru dalam dunia One Piece yang tidak bisa diremehkan. Karena sebagian dari mereka sudah berhasil membuat kekacauan dalam dunia One Piece. Dan Perang Tahta dalam dunia One Piece akan semakin ramai. Seperti biasa bagi kalian yang ingin menikmati pembahasan ini dalam bentuk video bisa langsung klik disini dan jangan lupa untuk like fanspage facebook kami hanya disini. Kalian juga bisa memiliki atau sekedar melihat – lihat beberapa produk dari kami hanya disini atau bisa langsung kesini.

Oke Lanjut, Ternyata selain para 11 Supernova yang menganggu 3 kekuatan besar tadi. Ada peta kekuatan lain yang juga sangat mempengaruhi stabilitas keamanan dalam dunia One Piece. Apalagi kalau bukan pihak Pemerintah Dunia (World Govt) melawan pihak Pasukan Revolusi (Revolutionary Army) yang dipimpin oleh Monkey D Dragon. Itulah sebabnya kenapa pihak Pasukan Revolusi tidak memiliki keinginan untuk mencampuri kepentingan para Yonkou, Shichibukai, dan Angkatan Laut. Karena memang pada dasarnya target utama Pasukan Revolusi hanyalah pihak Pemerintah Dunia. Itulah yang menjadi penyebab kenapa Koala terlihat sangat kesal dengan Sabo akibat konfrontasinya dengan Admiral Fujitora dan Burgess secara langsung ketika di arc Dressrosa. Pihak Pasukan Revolusi tidak ingin terlibat langsung dalam kekacauan yang saat itu sedang terjadi di Dressrosa. Tetapi ketika itu Sabo selaku orang penting dalam organisasi Pasukan Revolusi terlalu emosional karena ingin membantu adiknya Monkey D Luffy. Tentu saja hal ini akan membahayakan kepentingan Pasukan Revolusi itu sendiri. Hal ini terbukti dengan hancurnya markas utama mereka di Baltigo oleh salah satu Yonkou, Kurohige. Dari sini apakah kalian bisa membayangkan bagaimana dahsyatnya Perang Tahta yang akan terjadi pada dunia One Piece ?

Apabila pihak Pasukan Revolusi benar – benar serius menganggap pihak Pemerintah Dunia adalah musuh mereka, Itu berarti pihak Pasukan Revolusi juga menganggap semua raja yang hadir pada saat acara Reverie nanti adalah musuh. Dan apabila dianalisa lebih lanjut pihak Pemerintah Dunia maupun Pasukan Revolusi seperti sedang mengumpulkan kekuatanya masing – masing. Sebagai contoh pihak Pasukan Revolusi yang mengumpulkan semua Perwiranya ke Baltigo dan pihak Pemerintah Dunia juga mengumpulkan raja – raja dari semua kerajaan yang tergabung dalam pemerintahan Dunia untuk berkumpul di Tanah Suci Mariejoa.

Muncul sebuah pertanyaan. Apakah pertemuan Reverie di Tanah Suci Mariejoa nanti akan menghasilkan sebuah kesepakatan ? Karena sudah bisa dipastikan pertemuan tersebut akan memiliki banyak sekali kepentingan – kepentingan politik dari masing – masing pihak yang pastinya saling benturan. Seperti Wapol yang ingin membalas dendam pada Dalton yang dianggap merebut tahtanya di Drum Kingdom. Setelah itu Nefertari Cobra yang juga ingin menanyakan sesuatu tentang tulisan – tulisan kuno yang terpahat pada batu Poneglyph kepada pihak Gorosei, Lalu hadirnya keluarga Kerajaan Ryugu yang membawa isu tentang diskriminasi ras manusia ikan. Dan Jangan lupakan Admiral Fujitora yang ingin menghapus sistem Shichibukai. Biarpun dia adalah orang baru dalam dunia militer tetap saja dia adalah seorang Admiral yang sudah bisa dipastikan dia juga memiliki kewenangan. Pada chapter 801, Donquixote Doflamingo pernah berkata “Siapa mendukung siapa dan siapa menghianati siapa”. Bersiaplah karena Perang Tahta dalam dunia One Piece akan segera dimulai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!