Hatca Bukanlah Produk Gagal Dari Proyek Gigantifikasi

Pada artikel ini 22portgas akan membahas tentang proyek Gigantifikasi dan pasukan Numbers Kaido. kalian pasti sudah mengetahui bahwa Pasukan Numbers Kaido adalah produk gagal dari pulau Punk Hazard. Tidak hanya itu, Pada artikel ini 22portgas juga akan menjawab pertanyaan salah satu teman kita di Instagram yang bernama Astina Winata.

Dia bertanya begini “Min mau tanya, apakah numbers Hatca itu sama seperti anak – anak di Punk Hazard yang di kasi obat biar badannya besar. Saya pikirnya gini soalnya numbers yang laen wujudnya beda. mohon jawabannya.” Oke, seperti biasa 22portgas akan menjawabnya dengan pendapat pribadi dari 22portgas.

Tetapi tetap berdasarkan fakta – fakta yang ada di dalam cerita One Piece. Memang apabila kita perhatikan Hatca memiliki wujud yang berbeda bila dibandingkan dengan pasukan Numbers lainnya. Bisa dibilang, penampilan Hatca lebih manusiawi diantara yang lainnya. Dia memakai pakaian rapi dan giginya pun tidak bertaring sama sekali.

Jelas ini sangatlah berbeda dengan wujud pasukan numbers lainnya yang hanya memakai pakaian seadanya dan memiliki taring layaknya monster. Lalu apakah Hatca sama seperti anak – anak di punk hazard ? Menurut 22portgas, jawaban dari pertanyaan ini tidak akan lepas dari pembahasan tentang proyek Gigantifikasi yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Dunia.

Proyek Gigantifikasi Dan Pulau Punk Hazard

Sebagai penggemar One Piece kalian pasti sudah mengetahui bahwa Gigantifikasi adalah proyek untuk meraksasakan manusia yang sudah dilakukan oleh pihak pemerintah dunia selama ratusan tahun. Dan hingga saat ini Pemerintah Dunia belum juga berhasil mewujudkan ambisi besarnya pada proyek tersebut.

Lalu pada komik One Piece di chapter 954 kita melihat seluet dari pasukan Numbers yang begitu menakutkan. Setelah itu pada komik One Piece di chapter 989 kita baru mengetahui bahwa pasukan Numbers milik Yonkou Kaido adalah ras raksasa kuno yang merupakan produk gagal dari Pulau Punk Hazard.

Oke, Pulau Punk Hazard memang tempat yang sangat menarik. Karena pulau tersebut merupakan pulau yang digunakan oleh Pemerintah Dunia sebagai tempat untuk melakukan penelitian dan percobaan. Tentu saja sudah banyak percobaan dan penelitian yang dilakukan oleh pihak pemerintah dunia di pulau Punk Hazard.

Gigantifikasi
Franky Dan Kawan – Kawan Ketika Bertemu Dengan Anak – Anak Yang Berukuran Raksasa Di Pulau Punk Hazard

Dan salah satu percobaan yang dilakukan disana adalah Proyek meraksasakan manusia atau biasa disebut Gigantifikasi. Sekedar mengingatkan, Jangan lupa follow akun Instagram 22portgas agar kalian bisa mendapatkan berbagai macam informasi – informasi menarik serta kabar terbaru dari 22portgas.

Buah Iblis Buatan Bernama SMILE

Pada komik One Piece di chapter 667, Trafalgar D Law menilai bahwa pulau Punk Hazard menyimpan sesuatu yang sangat luar biasa. Sesuatu yang mampu mengguncangkan sekaligus mengacaukan lautan Dunia Baru. bisa dibilang Pulau Punk Hazard adalah kunci penting untuk membuat orang – orang kuat di Dunia Baru saling bertarung.

Dan ternyata pulau Punk Hazard merupakan tempat pembuatan SAD yang merupakan bahan dasar dari buah iblis buatan bernama Smile. Kalian pasti sudah mengetahui bahwa Kaido adalah salah satu orang yang membeli buah iblis buatan ini dalam jumlah besar dari keluarga Donquixote Doflamingo. Dan untuk lebih jelasnya, 22portgas akan membahas tentang jalur distribusinya.

Jadi jalurnya kurang lebih begini, Caesar Clown yang merupakan seorang mantan ilmuan Pemerintah Dunia memiliki pengetahuan untuk membuat SAD. Lalu bahan dasar buah iblis buatan ini diproses sedemikian rupa di pulau Punk Hazard. Lalu dikirim dengan menggunakan kapal tanker menuju pulau Dressrosa untuk di proses hingga berbentuk buah iblis buatan bernama Smile.

Pada proses ini, Semua dikerjakan oleh para kurcaci yang ada di Dressrosa. Setelah jadi, Barulah buah iblis tersebut dibeli oleh Kaido dalam jumlah yang besar. Dan ketika transaksi ini sedang berjalan, Caesar Clown ditawari oleh Bigmom untuk membuat semacam obat untuk meraksasakan manusia.

Buah Iblis Smile
Buah Iblis Buatan Smile Yang Dibuat Oleh Caesar Clown Dan Doflamingo

Bigmom juga sudah memberikan sejumlah uang yang besar kepada Caesar Clown. Tetapi Caesar Clown malah menipu Bigmom dan menggunakan uang Bigmom untuk bersenang – senang. Selama ini Caesar Clown bisa aman dari kejaran Bigmom karena saat itu dia berada dibalik bayang – bayang Doflaminggo dan Kaido.

Hubungan Bisnis Kaido Dengan Keluarga Donquixote Doflamingo

Sampai dengan saat ini kita masih belum mengetahui sejak kapan Kaido menjalin hubungan bisnis dengan Keluarga Donquixote Doflamingo. Tetapi 22portgas bisa memastikan satu hal, Yaitu Pasukan Numbers Kaido sudah ada sejak lama. Sebagai bukti pada komik One Piece di chapter 973 kita melihat sosok Numbers yang juga ikut mengejar para samurai Nine Red Scabbards.

Dan itu adalah peristiwa dimana sang karakter utama, Monkey D Luffy belum terlahir dan mengacaukan dunia One Piece. Jadi jelas bahwa transaksi pembelian Pasukan Numbers dari pulau Punk Hazard sudah dilakukan Kaido lebih dari 20 tahun yang lalu. Entah pembelian itu dilakukan dengan perantara Doflamingo atau tidak.

Dari sini juga sudah jelas bahwa Hatca bukanlah salah satu bagian dari anak – anak raksasa yang ketagihan obat di pulau Punk Hazard, Seperti Moca dan kawan – kawan. Hatca juga tidak ketagihan obat, Hatca sangatlah berbeda dengan Moca dan kawan – kawannya. Jangan lupa Like fanspage facebook 22portgas agar kalian bisa mendapatkan informasi menarik lainnya dari 22portgas.

Pasukan Numbers Dan Anak – Anak Raksasa Di Punk Hazard

Jadi dari fakta – fakta yang sudah 22portgas diatas, bisa disimpulkan bahwa Pasukan Numbers Kaido sudah ada jauh sebelum Caesar Clown menculik anak – anak ke pulau Punk Hazard sebagai kelinci percobaan. Hal ini membuktikan bahwa Hatca bukan salah satu bagian dari anak – anak yang ada di pulau Punk Hazard biarpun wujud dari Hatca berbeda dengan pasukan Numbers lainnya.

Dan kemungkinan besar Caesar Clown bukanlah actor utama dalam pembuatan pasukan Numbers di Punk Hazard. Proses pembuatan Numbers ini juga berbeda dengan anak – anak raksasa di Punk Hazard. Menurut 22portgas, pasukan number ini dibuat oleh sekelompok ilmuan pemerintah yang dipimpin Dr. Vegapunk.

Numbers Kaido
Para Pasukan Numbers Yang Merupakan Produk Gagal Dari Pulau Punk Hazard

Itulah sebabnya pasukan Numbers Kaido memiliki wujud yang berbeda dengan anak – anak raksasa hasil eksperimen Caesar Clown. Memang masih sama – sama hasil dari proyek ekseperimen Gigantifikasi. Tetapi tetap beda tangan, Beda hasil. Caesar clown lebih milih menculik anak – anak normal untuk dijadikan kelinci percobaan meraksasakan manusia.

Sedangkan pasukan Number belum diketahui bagaimana cara membuatnya, Karena memang belum diceritakan. Dan ternyata proyek Gigantifikasi ini pernah berhasil dilakukan di dunia One Piece. Tetapi 22portgas belum bisa memastikan pihak mana yang melakukannya, Pembahasannya ada dibawah ini.

Proyek Gigantifikasi Pernah Berhasil Dilakukan

Pada komik One Piece di chapter 668 kita melihat seluet raksasa ketika Trafalgar D Law menjelaskan tentang proyek Gigantifikasi. Lalu pada komik One Piece di chapter 655 kita juga melihat symbol tengkorak bertanduk seperti layaknya Oars tepat di depan gerbang pulau Punk Hazard. Kenapa harus lambang tersebut ? Kenapa tidak memakai lambang tengkorak seperti biasa ?

Jelas ini merupakan sesuatu pertanda, Dan masih di chapter yang sama. Kita juga melihat tengkorak dengan ukuran yang sangat besar, Bahkan terlihat lebih besar dari raksasa. Dari fakta – fakta tersebut 22portgas menyimpulkan bahwa kemungkinan besar pada zaman dahulu disuatu masa, Proyek Gigantifikasi pernah berhasil dilakukan.

Dan wujud dari Proyek Gigantifikasi ini memiliki tanduk seperti raksasa Oars. Pihak Pemerintah Dunia selaku organisasi terkuat di dunia One Piece, Mencoba untuk mewujudkannya kembali proyek ini sebagai senjata. Tujuannya juga sudah jelas, Yaitu untuk mengintimidasi pihak – pihak yang menentang mereka.

Proyek Gigantifikasi
Penampakan Ras Raksasa Ketika Trafalgar D Law Menjelaskan Tentang Proyek Gigantifikasi di Pulau Punk Hazard

Tetapi hingga saat ini, Hal itu belum juga berhasil dilakukan. Padahal pihak Pemerintah Dunia sudah dibantu oleh ilmuan terbaik di dunia One Piece yang bernama Dr. Vegapunk. Dan sedikit tambahan, Pada komik One Piece di chapter 660 kita juga melihat beberapa raksasa yang dibekukan disuatu ruangan yang dingin di pulau Punk Hazard.

Ada indikasi bahwa mereka tidak mati ataupun dibunuh, Tetapi sengaja dibekukan untuk suatu alasan dan kepentingan di masa depan. Hal ini juga sudah pernah 22portgas bahas pada artikel sebelumnya yang berjudul “Aokiji, Membeku Untuk Masa Depan”. Disitu 22portgas membahas tentang ruangan pendingin yang ada di Punk Hazard tersebut.

Dan ini sepertinya pembahasan 22portgas pada artikel tersebut memiliki hubungan dengan pembahasan 22portgas pada artikel kali ini. Orang – orang yang telihat pada komik One Piece di chapter 660 tersebut. Memang sengaja dibekukan karena menunggu ilmu pengetahuan dan teknologi yang pas untuk memanfaatkan jasad mereka secara maximal.

Wujud Hatca Yang Berbeda Dengan Pasukan Numbers Lainnya

Jadi itu jawaban dari 22portgas tentang kenapa Hatca memiliki wujud yang berbeda diantara pasukan numbers lainnya ? Sebenarnya Hatca tidak terlalu berbeda dengan pasukan Number Lainnya. Memang dia tidak memiliki tanduk dan taring seperti yang lainnya, Tetapi Hatca tetap memiliki sepasang tanduk diatas kepalanya.

Hatca Pasukan Numbers
Penampakan Hatca Yang Memiliki Wujud Berbeda Dibandingkan Pasukan Numbers Lainnya

Hal ini mengindikasikan bahwa Hatca merupakan salah satu mahluk percobaan dari proyek Gigantifikasi yang gagal di pulau Punk Hazard. Sementara badan Hatca yang besar disebabkan karena memang dia terlahir sebagai ras raksasa kuno. Jadi tanpa meminum obat atau apapun, Badannya akan tetap membesar.

Dan dari pembahasan diatas sudah jelas bahwa wujud dari proyek Gigantifikasi yang berhasil adalah memiliki tanduk seperti layaknya raksasa Oars. Pertanyaan berikutnya muncul, Apakah ras raksasa Oars juga merupakan hasil eksperimen proyek Gigantifikasi dimasa lalu ? Gimana menurut kalian ? Tulis saja pendapat kalian di kolom komentar. Terima Kasih…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!